Membangun Literasi Dini untuk TBM dan Tenaga Tendik TK PAUD di Polewali Mandar

Literasi dini menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak-anak sejak usia dini, terutama dalam mempersiapkan generasi yang cerdas dan memiliki kecakapan membaca serta berpikir kritis. Oleh karena itu, pembangunan literasi dini perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk tenaga pendidik (tendik) TK PAUD dan pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Di Kabupaten Polewali Mandar, sebuah inisiatif untuk mendukung gerakan literasi ini dilaksanakan melalui seminar yang dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar, A.A. Rajab, SH.

Dalam seminar ini, A.A. Rajab mengungkapkan pentingnya peran tenaga pendidik TK PAUD dan TBM dalam mengenalkan budaya literasi kepada anak sejak dini. “Pendidikan yang berbasis literasi sejak usia dini akan membangun generasi masa depan yang lebih tangguh dan siap menghadapi perubahan,” ujarnya. Beliau menegaskan bahwa literasi dini bukan hanya sekadar kemampuan membaca, tetapi juga keterampilan memahami, menyampaikan ide, dan berpikir kritis.

Menurut A.A. Rajab, pendidikan literasi dini harus dirancang secara interaktif dan menyenangkan, sehingga anak-anak tertarik dan termotivasi untuk belajar. Ia mendorong para tenaga pendidik untuk menggunakan metode yang kreatif, seperti mendongeng, membaca nyaring, dan bermain peran, yang dapat merangsang imajinasi anak. Metode-metode ini bukan hanya memperkenalkan kosakata dan struktur bahasa, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai positif.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat program literasi dini ini. Mulai dari pelatihan mendongeng, menulis, hingga keterampilan berbasis buku. Pelatihan ini bertujuan agar tenaga pendidik dan pengelola TBM dapat menjadi fasilitator literasi yang inspiratif dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang kaya akan literasi.

Komitmen untuk membangun literasi dini ini diharapkan dapat mempersiapkan anak-anak Polewali Mandar untuk menjadi pembaca yang aktif, kritis, dan terampil di masa depan. Bagi A.A. Rajab, membangun generasi literasi tidak bisa hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat, pendidik, dan pengelola TBM. Melalui sinergi ini, Polewali Mandar berharap menjadi daerah yang memiliki generasi masa depan yang unggul dalam literasi dan budaya membaca.(**)