Suasana hangat menyelimuti aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar pada Kamis pagi, 14 Agustus 2025 lalu. Ratusan wajah penuh harap tampak memenuhi ruangan—mulai dari siswa baru yang penuh semangat, orang tua yang antusias, hingga para guru dan tenaga kependidikan yang siap mendampingi. Hari itu menjadi penanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2025/2026, sebuah langkah awal bagi para peserta didik baru untuk mengenal lebih dekat dunia sekolah mereka.
Acara pembukaan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat. Hadir langsung Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, S.IP, yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Andi A Rajab Patajangi, serta Kepala Dinas Sosial, A. Aswar Jasin Sauru. Kehadiran jajaran pemerintah daerah, bersama tim Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial RI, perwakilan Bank Sulselbar, dan Baznas Kabupaten Polewali Mandar, menegaskan dukungan luas terhadap program pendidikan berbasis masyarakat ini.
Dalam kesempatan itu, para siswa baru diperkenalkan dengan agenda MPLS yang akan mereka jalani hingga 28 Agustus mendatang. Mereka mendapatkan penjelasan tentang tata tertib sekolah, sekaligus pemahaman awal mengenai visi, misi, dan nilai-nilai Sekolah Rakyat yang menekankan kesetaraan, kecerdasan kolektif, serta semangat gotong royong dalam belajar.
Tak sekadar seremonial, pembukaan MPLS ini juga menjadi momentum lahirnya sinergi antara sekolah, pemerintah daerah, dan para mitra pendukung. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, dan merata bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
Mengusung tema “Cerdas Bersama Tumbuh Setara, Pendidikan Merata Masa Depan Terbuka”, MPLS tahun ini mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan mewujudkan pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga adil dan berpihak pada masa depan anak bangsa.
Di tengah senyum dan tatapan penuh optimisme, MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar bukan sekadar pengenalan sekolah, melainkan sebuah awal perjalanan bersama menuju cita-cita besar: pendidikan yang setara untuk masa depan yang lebih terbuka.(**)




