PKBM Putra Kembar Menyalakan Cahaya Belajar dari Desa ke Desa

Di pelosok Polewali Mandar, denyut pendidikan alternatif terus berdenyut. PKBM Putra Kembar, lembaga yang beralamat di Teppo, Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, kembali menyalakan semangat belajar bagi warga belajar tahun ajaran 2025/2026. Dari pesisir hingga perbukitan, dari desa ke desa, 12 rombongan belajar (rombel) siap menampung mereka yang memilih jalur Paket B dan C sebagai jalan meraih pendidikan.

Nama-nama desa itu terdengar seperti peta perjalanan panjang: Galung Lombok, Tandung, Tangnga-Tangnga, Balalembang di Pambusuang, Bala, Parappe, Lampa Toa di Mapilli, Buku, Lekopadis, Karama, hingga pusat kegiatan di kantor PKBM Putra Kembar sendiri. Di tiap titik, ada seorang pengelola yang menjaga jalannya pembelajaran, dibantu para tutor yang mengajar sesuai bidangnya. Mereka adalah wajah-wajah yang tiap hari menyalakan lilin kecil ilmu, agar cahaya tetap sampai pada anak-anak muda maupun orang dewasa yang memilih jalur pendidikan kesetaraan.

Ketua PKBM Putra Kembar, Muliasman, menegaskan bahwa tahun ini tekad mereka bulat: memaksimalkan pembelajaran di setiap rombel. “Insya Allah, pembelajaran akan dimulai pada 7 September 2025. Kami berharap seluruh tutor tetap aktif, sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ucapnya dengan nada penuh keyakinan.

Di balik kalender akademik, ada kisah harapan. Para warga belajar, sebagian di antaranya telah lama meninggalkan bangku sekolah formal, kini kembali duduk di ruang-ruang kelas sederhana, rumah warga, hingga aula kecil yang disulap menjadi tempat belajar. Di sana, mereka menulis kembali cerita hidupnya, membangun mimpi agar kelak bisa sejajar dengan mereka yang menempuh sekolah reguler.

PKBM Putra Kembar bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga ruang kebersamaan. Sebuah gerakan sunyi yang menyambung asa, dari desa ke desa, dari guru ke murid, dari cahaya kecil menuju terang yang lebih besar.(**)