Polewali Mandar – Ruang Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Polewali Mandar, Selasa siang itu tampak berbeda. Kursi-kursi yang tertata rapi dipenuhi wajah penuh harap dari para tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Putra Kembar Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung.

Sebanyak 40 orang tutor hadir, mewakili denyut pendidikan nonformal yang selama ini menjadi penopang harapan banyak warga untuk terus belajar, meski di luar jalur sekolah formal.Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan. Di hadapan Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas), M. Ilyas, mereka duduk berdialog, menuturkan pengalaman, sekaligus menerima arahan. Tema utama pertemuan itu sederhana, namun menyentuh inti persoalan: bagaimana memaksimalkan peran tutor dalam membimbing peserta didik pada setiap mata pelajaran.

“Pengelola perlu mengadakan pelatihan peningkatan kapasitas tutor pada setiap mapel. Dengan begitu, pembelajaran bisa lebih maksimal,” ujar M. Ilyas menegaskan. Kalimat itu seakan menjadi cermin kebutuhan mendesak: bahwa semangat para tutor harus diiringi dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang terus diperbarui.
PKBM Putra Kembar sendiri kini berada di bawah kepemimpinan Muliasman, penerus almarhum Jumaruddin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan tekad agar PKBM terus berkembang. “Kami berharap dukungan dari semua tutor, agar PKBM ini melahirkan alumni yang siap bersaing,” katanya optimis.

Di balik angka-angka 12 titik rombongan belajar (rombel) Paket B dan C tersimpan kisah perjuangan. Setiap rombel menjadi saksi dedikasi para tutor yang tak kenal lelah mendampingi peserta didik. Mereka adalah guru bagi mereka yang sempat terhenti sekolahnya, namun kembali menemukan jalan melalui pendidikan kesetaraan.
Dialog hari itu bukan sekadar verifikasi dan validasi data. Lebih dari itu, ia menjadi ruang untuk mengikat komitmen bersama: bahwa pendidikan nonformal adalah jembatan bagi mereka yang ingin terus belajar, tanpa batas usia dan keadaan.
Di penghujung pertemuan, ketika senyum para tutor memenuhi ruangan, harapan pun seolah terajut. PKBM Putra Kembar, dengan segala keterbatasannya, sedang menyiapkan langkah panjang. Dan para tutor yang sehari-hari mungkin hanya dikenal sederhana sebagai “pendamping belajar” hakikatnya adalah pilar yang menyangga masa depan, melahirkan generasi baru yang siap bersaing di tengah perubahan zaman.(arja)




